info

Showing posts with label Jahe. Show all posts
Showing posts with label Jahe. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Redakan Nyeri Otot dengan Jahe



Jahe (dok. Corbis)

Jahe berpotensi memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik mirip dengan obat pereda sakit.
Selasa, 21 September 2010, 13:05 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Anda mungkin pernah merasa nyeri otot setelah olahraga atau berjalan jauh? Ada cara mudah mengatasinya. Cukup ambil jahe dari kotak bumbu dapur di rumah untuk meredakannya.

Sebuah studi menunjukkan bahwa dosis harian jahe mentah atau yang dipanaskan bisa mengurangi rasa sakit otot setelah latihan berat atau setelah kaki melakukan aktivitas seharian.

Seperti dikutip dari laman Times of India, jahe menjadi obat favorit praktisi pengobatan China selama berabad-abad. Meski khasiatnya sudah banyak dibuktikan, namun belum ada penelitian mendalam mengenai efek jahe sebagai penghilang rasa sakit.

Penelitian kali ini menunjukkan bahwa jahe berpotensi memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik mirip dengan obat anti-inflamasi nonsteroid. Menerapkan jahe secara rutin selama 4-36 minggu dengan dosis harian 30-500 mg pada bagian otot nyeri bisa meringankan rasa nyeri, termasuk nyeri lutut dari osteoarthritis.

Para peneliti University of Georgia dan Georgia State University College melibatkan 74 mahasiswa yang menjadi relawan selama 11 hari. Mereka dibagi tiga kelompok. Kelompok pertama diberi jahe mentah, kedua jahe panas, dan kelompok terakhir plasebo jahe.

Untuk penelitian ini, relawan mahasiswa diuji pada 11 hari berturut-turut saat mengambil suplemen jahe. Tujuh puluh empat siswa dibagi dalam tiga kelompok diberikan jahe mentah, jahe panas atau plasebo.

Hasil dari data respon subyek menunjukkan, jahe mentah mampu mengurangi rasa nyeri otot sebesar 25 persen setelah latihan eksentrik. Sedangkan jahe panas juga memiliki efek yang sama dengan kemampuan meredakan nyeri 23 persen. Penelitian ini dipublikasikan dalam The Journal of Pain. (pet)
• VIVAnews

Friday, October 22, 2010

Jahe untuk Terapi Kanker

Getty Images
Sabtu, 26 Januari 2008 | 15:44 WIB 
JAHE dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center, AS, dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan diberikan pada kultur sel kanker ovarium.  
Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini masih merupakan langkah pertama. 

Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy, proses pemakanan sel. Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan American Association for Cancer Research.

Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.

American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium.
Dalam penelitian lain menggunakan tikus yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.
Penulis: Hendra Priantono   |   Sumber :Gaya Hidup Sehat
  

Bisnis Herbal

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...