Tuesday, April 20, 2010

Garlic and a variety of properties

In modern society garlic (Allium Sativum) are believed to prevent heart attacks, blood clots, lower cholesterol, blood pressure, blood sugar levels, reduce gastric ulcer, detoxifying, the killer bacteria / fungus / parasite, binding free radicals, and more another. Is it true flavor of everyday dishes can also cure cancer?

Various studies did show the ability of garlic in preventing and treating cancers, especially those caused by harmful chemicals, such as prostate cancer, stomach, colorectal (colon and rectum), breast, liver, skin, and lungs.


Garlic Against Cancer

Active substances in garlic include vitamins A, B, C, calcium, potassium, iron, carotene, and selenium. The most dominant in the fight against cancer is allyl sulfur components such as diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, and ajoene. These substances prevent the formation and activation of nitrosamines in the body, also blocked aflatoxin, azoxymethane, benzo (a) Pyrene, and others, all of which are carcinogenic substances (triggers cancer).
In the next phase of these components may prevent mutation of the gene, inhibiting the proliferation (growth / division) of cancer cells, repair damaged DNA structures, even stimulate cancer cells to commit suicide (apoptosis).

On the other side of garlic also acts as an antioxidant, remove toxins from the body, and kill the bacteria Helicobacter pylori that can trigger a variety of stomach cancer.


How to Eat

Surely the active substances work garlic that depends on many things, such as land where they grew garlic (an effect on levels of active substances of garlic), the composition of other nutrients consumed together with him, also how to prepare and consume onion white itself. Combination with selenium, certain fatty acids (eg linoleic acid), and vitamin A, can enhance the ability of garlic to inhibit proliferation and increase apoptosis.

But we need to realize that the processing of garlic can be deadly working power that anticancer substances. One minute it is processed in the microwave, he lost as the anticancer properties of garlic. So also when heated in another cooking process. So what? Should it be swallowed garlic raw?

Apparently simple. Mash garlic (digeprak, thinly sliced, or diuleg) then let stand for 15 minutes before cooking (used as seasoning). Within 15 minutes of it happening chemical reactions that activate class of anticancer substances on the allyl sulfur, which is not damaged even if cooked. But if cooked immediately after destruction, the chemical reaction that did not happen, automatically lost anticancer properties.

If you want, garlic may also be consumed raw. But still, should be destroyed once and left for 15 minutes. So what if the onions will be presented intact, such as in pickles? Simply peel and cut some corners. Not bad, still have anticancer properties, though not as good as if destroyed.


Potential Hazards

Not at all easy, using the garlic for prevention and treatment of cancer? The price is also cheap and easily obtainable. But beware, not that garlic may be consumed in vain. Do not think that the more consuming garlic the better the result.

The recommended dose for the consumption of garlic is fresh garlic 4-5 grams / day (about 1-2 cloves). If too much, besides causing odor on the breath and skin, and sometimes cause allergies, digestive disorders (vomiting, diarrhea, irritability, excessive gas production), bronchial asthma, dermatitis, reduces levels of protein and calcium in blood, also reduce sperm production.

Too much garlic increase the risk of bleeding because of its ability to prevent blood clotting. Therefore, in patients who want or have recently undergone surgery, garlic consumption should be limited.

Garlic also improves the working of enzymes in the liver to remove toxins from the body. In healthy people this ability is very useful, but be careful, he can also throw the drugs you eat and chemotherapy drugs. Your treatment becomes futile, is not it? Therefore, if you want to increase the consumption of garlic supplements or use products, consult your doctor.

# Of: BBG sources

Bawang Putih dan berbagai Khasiatnya

Dalam masyarakat modern bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, mengurangi tukak lambung, penawar racun, pembunuh bakteri/jamur/parasit, pengikat radikal bebas, dan banyak lagi yang lain. Benarkah bumbu masakan sehari-hari ini dapat menyembuhkan kanker juga?

Berbagai studi memang menunjukkan kemampuan bawang putih dalam mencegah dan mengobati kanker, terutama yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya, seperti kanker prostat, perut, kolorektal (usus dan dubur), payudara, liver, kulit, dan paru-paru.


Bawang Putih Melawan Kanker

Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium, potasium, besi, karoten, dan selenium. Yang paling dominan dalam memerangi kanker adalah komponen allyl sulfur seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, dan ajoene. Zat-zat tersebut mencegah pembentukan dan pengaktifan nitrosamin di dalam tubuh, juga memblokir aflatoxin, azoxymethane, benzo(a)pyrene, dan lain-lain, yang kesemuanya merupakan zat karsinogen (pemicu kanker).
Pada tahap berikutnya komponen-komponen tersebut dapat mencegah mutasi gen, menghambat proliferasi (pertumbuhan/pembelahan) sel-sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, bahkan merangsang sel kanker untuk bunuh diri (apoptosis).

Di sisi lain bawang putih juga berperan sebagai antioksidan, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan membunuh kuman Helicobacter pylori yang dapat memicu berbagai macam kanker perut.


Cara Mengkonsumsi

Sudah tentu kerja zat-zat aktif bawang putih itu tergantung pada banyak hal, misalnya tanah di mana bawang putih itu tumbuh (berpengaruh pada kadar zat-zat aktif bawang putih), komposisi zat makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengannya, juga cara mempersiapkan dan mengkonsumsi bawang putih itu sendiri. Kombinasi dengan selenium, asam lemak tertentu (misal asam linoleat), dan vitamin A, dapat meningkatkan kemampuan bawang putih untuk menghambat proliferasi dan meningkatkan apoptosis.

Tetapi perlu disadari bahwa proses pengolahan bawang putih dapat mematikan daya kerja zat-zat antikanker itu. Satu menit saja diproses dalam microwave, hilanglah khasiat bawang putih sebagai antikanker. Begitu juga kalau dipanaskan dalam proses pemasakan lain. Jadi bagaimana? Haruskah bawang putih itu ditelan mentah-mentah?

Ternyata sederhana saja. Hancurkan bawang putih (digeprak, diiris tipis, atau diuleg) kemudian biarkan selama 15 menit sebelum dimasak (digunakan sebagai bumbu masak). Dalam waktu 15 menit itu terjadi reaksi kimia yang mengaktifkan zat-zat antikanker golongan allyl sulfur di atas, yang tidak rusak walau dimasak. Tetapi kalau setelah dihancurkan langsung dimasak, reaksi kimia itu tidak terjadi, otomatis khasiat antikankernya hilang.

Kalau mau, bawang putih juga boleh dikonsumsi mentah. Tapi tetap saja harus dihancurkan dulu dan dibiarkan selama 15 menit. Lalu bagaimana kalau bawang akan disajikan utuh, misalnya dalam acar? Cukup kupas kemudian potong sedikit ujung-ujungnya. Lumayan, masih memiliki khasiat antikanker walau tidak sebagus kalau dihancurkan.


Potensi Bahaya

Mudah sekali bukan, menggunakan bawang putih untuk pencegahan dan pengobatan kanker? Harganya murah dan mudah didapat pula. Tetapi waspadalah, bukan berarti bawang putih boleh dikonsumsi sembarangan. Jangan mengira bahwa semakin banyak mengkonsumsi bawang putih semakin baik hasilnya.

Dosis yang disarankan untuk konsumsi bawang putih adalah 4-5 gram bawang putih segar/hari (kira-kira 1-2 siung). Kalau terlalu banyak, selain menimbulkan bau tidak sedap pada nafas dan kulit, kadang menimbulkan alergi, gangguan pencernaan (muntah, diare, iritasi, produksi gas berlebihan), asma bronkial, dermatitis, mengurangi kadar protein dan kalsium dalam darah, juga mengurangi produksi sperma.

Terlalu banyak bawang putih meningkatkan resiko perdarahan karena kemampuannya dalam mencegah pembekuan darah. Karena itu pada penderita yang hendak atau baru saja menjalani pembedahan, konsumsi bawang putih sebaiknya dibatasi.

Bawang putih juga meningkatkan kerja enzim-enzim dalam hati untuk membuang racun dari dalam tubuh. Pada orang sehat kemampuan ini sangat bermanfaat, tetapi hati-hatilah, dia juga bisa membuang obat-obat yang Anda telan dan obat-obat kemoterapi . Pengobatan Anda menjadi sia-sia, bukan? Karena itu, kalau Anda ingin menambah konsumsi bawang putih atau menggunakan produk suplemennya, konsultasilah dulu dengan dokter.

#dari: bbg sumber

No comments:

Post a Comment

Bisnis Herbal

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...