Monday, April 5, 2010

Preventing and Overcoming naturally Gall Stones ( Batu Empedu)

Preventing and Overcoming naturally Gall Stones
By: Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma

Gallbladder is a small pear-shaped organ located in
right abdomen, and hidden beneath the liver. Gall bladder
stores bile produced by the liver. During the meal, bladder
bile will be contracted (shrunk) so spend a little liquid
brownish-green bile into the small intestine. Bile
useful in the absorption of fat and some vitamins, like vitamin A,
D, E and K. Bile is a mixture of bile acids, proteins,
calcium salts, pigments and substances called fatty cholesterol.
Some of bile entering the small intestine and is passed
excreted in feces.

The main disorders that can arise in the gallbladder is the formation of
stone. This can also occur in the bile ducts. Gallstone
caused by chemical changes in the bile someone. Stone
Bile is formed from the deposition of cholesterol, bilirubin pigments and salts
calcium that hardens, but most of the gall-bladder stones formed
of cholesterol. Incidence of gallstones would be a problem when entering
to one of the channels leading to the small intestine. Sometimes stones
can form in the bile duct itself, for example, because the former
stitches in an operation.

In the gallbladder, the stones can cause inflammation, which is called
kolestitis acute, it is because of the broken stones in the bile
bile ducts that causes pain. Stones through
can be related to the gallbladder in the liver and bile ducts,
thus stopping the flow of bile into the digestive tract. In
Besides, there are other factors that start the process
gallstone formation. These elements can be contained protein
liquid formed at the gall bladder mucus in small quantities. Case
This allows cholesterol, bilirubin, and calcium salts to form
particles such as crystalline solid. Forms from a variety of gallstones,
ie rock formed from cholesterol and shiny yellow
such as oil, which consists of stone can be colored pigment bilirubin
but black or dark brown hard but brittle. The size is also
varies from small pebbles up to registration, but
average diameter of 1 to 2 cm.

Although gallbladder disease show no symptoms, the circumstances
worsening of symptoms is usually caused by an attack at mealtimes
food containing high fat, if a person already suffering from the rock
bile. This occurs because fat triggers the hormone stimulates
gall bladder to contract forcing the stored bile into
into the duodenum which is the way out to the small intestine, if the stone
inhibit bile flow will occur with acute symptoms such as pain
at the upper right abdomen and towards the back, between shoulder and
to the front chest. Other symptoms of colic, belching, flatulence,
indigestion, sweating, nausea, vomiting, chills, body temperature
somewhat high, jaundice (when gallstones block the channel
bile), and feces are brown.

Gallbladder stone disease and usually attacks the bile ducts
people aged between 20 - 50 years. The disease is 6 times more
often occurs in women until age 50 years. On top of that age
same for both sexes. In addition, women who experience more
than 2 times of pregnancy, the risk of getting gallstones more
high. Obesity / overweight has more risk of suffering from gallstones
high compared with those not obese. Several efforts
preventing the formation of gallstones that can be achieved among other things
keep your weight in order to stay normal, lowers cholesterol, and
hard diet to lose weight quickly can stimulate
liver to remove cholesterol in large quantities into the liquid
bile, which can cause gallstones.

To find out if our bodies have used a gallstone
gallstones detector, called ultrasound, namely by
uses sound waves that can not hear the ear. Wave
This sound is directed to the body and reflected waves then processed
computers that will indicate the presence or absence of gallstones. Moreover
gallstones can be detected through X-rays and blood tests
in the laboratory.

For patients with gallstones, the main principle of treatment is
resting gallbladder. Avoid fatty foods because fat
stimulates the gallbladder to work hard. Protein content in
adequate diet from 1 to 1 ½ grams per body weight per day. Calories should also
limited, because most patients with gallstones are also patients
obesity. Raw foods can also cause indigestion
should be avoided.

Natural way that can be used to overcome the gallstones are:

30 grams of fresh leaves nasty shard + 30 grams + 60 grams of fresh bitter
boiled corn with the remaining 600 cc to 300 cc of water, the water
filtered, drunk warm.

60 grams of fresh herbs cat's whiskers + 30 grams + 30 grams of corn cob leaves
meniran fresh boiled with water until the remaining 600 cc 300 cc, water
filtered, drunk warm.

30 grams of fresh leaf spoon + 30 grams of fresh leaves of four o'clock flowers + 100
gram grass roots boiled with water until the remaining 700 ccc 300 cc,
filtered water, drunk warm.

Drink as much as 4 cups of apple juice every day for 5 days. On the day
6th do fasting, and at the breaking of the fast white water + 30
English grams of salt, at 20:00 o'clock drink ½ cup lemon juice + ½ cup
olive oil, stir then drink.
Note: you can use either the traditional way on top,
do regularly 2 times a day. In doing boiling use
enamel pan or pot soil. Fixed a doctor.
Source: hembing


Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak diperut sebelah kanan, dan tersembunyi di bawah hati. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Selama makan, kandung empedu akan berkontraksi (menciut) sehingga mengeluarkan sedikit cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin, seperti vitamin A,D, E, dan K. Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein,
garam-garam kalsium, pigmen dan unsur lemak yang disebut kolesterol.Sebagian dari empedu yang memasuki usus halus akan diteruskan dan dikeluarkan melalui feses.
Kelainan utama yang dapat timbul pada kandung empedu adalah terbentuknyabatu. Hal ini juga dapat terjadi pada saluran empedu. Batu empedu di sebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk dari kolesterol. Timbulnya batu empedu akan menjadi masalah bila masuk ke salah satu saluran yang menuju ke usus halus. Kadang-kadang batu
dapat terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, misalnya karena bekas
jahitan pada suatu operasi.Pada kandung empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebutkolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam
saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu,sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan. Disamping itu, terdapat faktor lainnya yang memulai terjadinya proses pembentukan batu empedu. Unsur ini bisa berupa protein yang terdapat pada cairan lendir yang dibentuk kandung empedu dalam jumlah kecil. Halini memungkinkan kolesterol, bilirubin, dan garam kalsium membentuk partikel seperti kristal padat. Bentuk dari batu empedu bermacam-macam,yaitu batu yang terbentuk dari kolesterol berwarna kuning dan mengkilat seperti minyak, batu yang terdiri dari pigmen bilirubin bisa berwarna hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh. Ukurannya juga bermacam-macam dari yang kecil hingga sebesar batu kerikil, tetapirata-rata berdiameter 1 - 2 cm. Meskipun penyakit kantong empedu tidak menunjukkan gejala, pada keadaan memburuk gejala yang biasa ditimbulkan adalah serangan pada waktu makan makanan yang mengandung lemak tinggi jika seseorang sudah mengidap batu empedu. Hal ini terjadi karena lemak tersebut memicu hormon merangsang
kantung empedu berkontraksi sehingga memaksa empedu yang tersimpan masuk ke dalam duo denum yaitu jalan keluar menuju usus kecil, jika batu menghambat aliran empedu maka akan timbul gejala seperti sakit yang akut pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan ke dada depan. Gejala lainnya yaitu kolik, sendawa, gas dalam perut,gangguan pencernaan, berkeringat, mual, muntah, kedinginan, suhu tubuh agak tinggi, penyakit kuning (bila batu empedu menghalangi saluran empedu), dan feses berwarna coklat.

Penyakit batu kandung empedu dan saluran empedu biasanya menyerang orang-orang berusia antara 20 - 50 tahun. Penyakit ini 6 kali lebih sering terjadi pada wanita sampai usia 50 tahun. Di atas usia tersebut sama untuk kedua jenis kelamin. Selain itu, wanita yang mengalami lebih dari 2 kali kehamilan, maka resiko mendapatkan batu empedu semakin tinggi. Obesitas/kegemukan mempunyai resiko menderita batu empedu lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Beberapa upaya pencegahan terbentuknya batu empedu yang dapat ditempuh antara lain menjaga berat badan agar tetap normal, menurunkan kolesterol, dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Tetapi di lain pihak,diet keras untuk menurunkan berat badan dengan cepat dapat merangsang hati untuk mengeluarkan kolesterol dalam jumlah besar ke dalam cairan empedu, sehigga dapat menimbulkan batu empedu.

Untuk mengetahui apakah tubuh kita terdapat batu empedu digunakan suatualat pendeteksi batu empedu yang disebut ultrasound, yaitu dengan menggunakan gelombang suara yang tidak dapat didengar telinga. Gelombang suara ini diarahkan ke tubuh dan pantulan gelombangnya kemudian diolah komputer yang akan menunjukkan ada atau tidaknya batu empedu. Selain itu batu empedu dapat diketahui melalui foto sinar X dan pemeriksaan darah di laboratorium.

Bagi penderita batu empedu, prinsip utama perawatannya yaitu mengistirahatkan kandung empedu. Hindari makanan berlemak karena lemak merangsang kandung empedu untuk bekerja keras. Kandungan protein dalam diet cukup 1 - 1 ½ gram per berat badan setiap hari. Kalori perlu pula dibatasi, karena kebanyakan penderita batu empedu juga penderita obesitas. Bahan makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga harus dihindari. Cara alamiah yang dapat digunakan untuk mengatasi batu empedu yaitu :

30 gram daun keji beling segar + 30 gram sambiloto segar + 60 gram
rambut jagung direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring, diminum hangat-hangat.

60 gram herba kumis kucing segar + 30 gram tongkol jagung + 30 gram daun
meniran segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring, diminum hangat-hangat.

30 gram daun sendok segar + 30 gram daun kembang pukul empat segar + 100
gram akar alang-alang direbus dengan 700 ccc air hingga tersisa 300 cc,
airnya disaring, diminum hangat-hangat.

Minum jus apel sebanyak 4 gelas setiap hari selama 5 hari. Pada harike-6 lakukan puasa, dan pada saat berbuka puasa minum air putih + 30gram garam inggris, pada pukul 20.00 minum ½ gelas air lemon + ½ gelas minyak zaitun, aduk lalu diminum.
Catatan : anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas,lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakanpanci enamel atau periuk tanah. Tetep konsultasi ke dokter.
Sumber: Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma

No comments:

Post a Comment

Bisnis Herbal

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...