Thursday, April 22, 2010

Collaboration Herbs and Chemotherapy

Collaboration Herbs and Chemotherapy

Kompas - Monday, April 19

[Collaboration Herbs and Chemotherapy] Collaboration Herbs and Chemotherapy

Many surgeons consider tumors combination therapy with standard therapy experienced in conventional combat cancer has no role at all, even the potential to affect the performance of anti-cancer drug, its tail out put to deteriorate.

The presumption is rationally related to the proliferation of herbal-based alternative treatment without going through scientific clinical trials. The rise of herbal products which can not be accounted for therapy and potential side effects does not mean all natural products redundant. In fact, many plants that save tremendous therapeutic potential when dug through scientific research.

Call it-giver flavonoid pigment plants, which contained extensive in plants and fruits. Flavonoids are also protectors against microbial and insect attack. Broad dissemination of flavonoids, varieties, and low toxicity indicates that we can consume large amounts of flavonoids without worrying adversely affect health.

Flavonoids have a big role in our body as a natural biological response modifier. Many studies have shown the role of flavonoids to modify the body's reaction to the disease. Flavonoids can reduce inflammation (inflammation), controlling blood sugar levels, improve immune response against cancer, and protection against heart disease.

Levels and types of flavonoids vary in each type of plant. The combination and quantity of diverse flavonoids can be used to treat various types of diseases.

With scientific research, we can understand and get information to modify the mechanism of cellular and metabolic signals, understanding the dose and combination therapy best for certain medications.

Inflammation

Cancer is an inflammatory disease. When the body produces inflammation as a reaction to injury or infection, will be in production substrate that can also affect the growth of cancer.

If there is chronic inflammation, such as ulcers caused by bacteria in the stomach, the consequences are not only trigger cancer, but also triggers its growth.

Flavonoids play a role in the fight against cancer as: anti-inflammatory (anti-inflammatory), anti-cancer, to stimulate apoptosis (programmed cell death), anti-metastasis (the spread of anti-cancer), anti-angiogenesis (anti-new blood vessel growth), increase the employment of chemotherapy, and lower toxicity chemotherapy

With chemotherapy, solid cancer cure rate (solid) such as breast cancer, ovarian, kidney, prostate, bone, and brain in adults 2.3 percent. The low numbers prompted resistance to chemotherapy drugs (multi-drug resistance). ABCG2/BCRP1 membrane transport proteins such as intracellular concentration of chemotherapeutic ironotecan and doxorubicin.

ABCG2 protein is found in large amounts in cancer stem cells. Proteins that trigger cancer cells to stem cells to initiate tumor growth after chemotherapy. Inhibit ABCG2 substrates enhance stem cell kemosensitivitas cancer cells to chemotherapy and improve its response.

Various types of flavonoids inhibit ABCG2. Collaboration variety of flavonoids such as apigenin, luteolin, quercetin, genistein, and kaempferol inhibited the growth of cancer cells in ovarian cancer in a study in vitro (80 percent cure rate). Flavonoids are potentially inhibit the VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor)-triggered angiogenesis factors (growth of new blood vessels to cancer). Potential of green tea inhibit MMP2 (Matrix Metalloprotein 2) and MMP9 (Matrix Metalloprotein 9).

To obtain better treatment outcomes, the combination of flavonoids, green tea extract pure, and the chemotherapy of choice that can be tried. Natural therapy and chemotherapy combination gives better results because it works on different lines so it can kill at the same time not giving the opportunity to grow the return of cancer cells.

Chemotherapy can kill cancer cells, but are powerless against the immunity to the drugs, nor has the potential to prevent the spread of cancer to other organs, including the growth of new blood vessels as a supplier of food for the growth of cancer cells.

To boost the cure rate, based on the best treatment option suppresses the growth of new blood vessels (angiogenesis), mitosis (cell division), and spread to other organs (metastasis).

Abu Bakr OSSYRIS collaboration with Resort to Health Medical Clinic Perth


Kolaborasi Herbal dan Kemoterapi

Kompas - Senin, 19 April


[Kolaborasi Herbal dan Kemoterapi] Kolaborasi Herbal dan Kemoterapi

Banyak ahli bedah tumor beranggapan kombinasi terapi alami dengan terapi baku konvensional dalam memerangi kanker tidak memiliki peran sama sekali, bahkan berpotensi memengaruhi kinerja obat anti kanker, buntut nya out put yang memburuk.

Anggapan tersebut rasional terkait menjamurnya pengobatan alternatif berbasis herbal tanpa melalui uji klinis yang ilmiah. Maraknya produk herbal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan potensi terapinya dan efek samping yang ditimbulkan tidak berarti semua produk alami mubazir. Sesungguhnya banyak tanaman yang menyimpan potensi terapeutik yang luar biasa bila digali melalui penelitian ilmiah.

Sebut saja flavonoid—pemberi pigmen tumbuh-tumbuhan—yang terkandung luas dalam tumbuhan dan buah-buahan. Flavonoid juga protektor terhadap serangan mikroba dan serangga. Penyebaran flavonoid yang luas, varietas, serta toksisitas yang rendah menandakan kita dapat mengonsumsi flavonoid dalam jumlah besar tanpa khawatir berdampak buruk terhadap kesehatan.

Flavonoid memiliki peran besar dalam tubuh kita sebagai modifikator respons alami biologis. Banyak penelitian membuktikan peran flavonoid untuk memodifikasi reaksi tubuh pada penyakit. Flavonoid dapat menekan inflamasi (radang), mengontrol kadar gula darah, memperbaiki respons imun, melawan kanker, dan proteksi terhadap penyakit jantung.

Kadar dan tipe flavonoid bervariasi dalam tiap jenis tumbuhan. Kombinasi dan kuantitas flavonoid yang beragam dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Dengan penelitian ilmiah, kita bisa memahami dan mendapat informasi mekanisme untuk me modifikasi sinyal seluler dan metabolisme, memahami dosis serta kombinasi terapi terbaik untuk pengobatan tertentu.

Inflamasi

Kanker merupakan penyakit inflamasi. Ketika tubuh memproduksi keradangan sebagai reaksi terhadap luka atau infeksi, akan di produksi substrat yang juga dapat memengaruhi tumbuhnya kanker.

Bila terjadi radang kronis seperti ulkus yang disebabkan bakteri dalam perut, konsekuensinya tidak hanya memicu terjadinya kanker, tetapi sekaligus memicu pertumbuhannya.

Flavonoid berperan dalam memerangi kanker sebagai: anti inflamasi (antiradang), anti kanker, dengan merangsang apoptosis (program kematian sel), anti metastasis (anti penyebaran kanker), anti angiogenesis (anti pertumbuhan pembuluh darah baru), meningkatkan kerja kemoterapi, dan menurunkan toksisitas kemoterapi

Dengan kemoterapi, angka kesembuhan kanker solid (padat) seperti kanker payudara, ovarium, ginjal, prostat, tulang, dan otak pada orang dewasa 2,3 persen. Rendahnya angka itu memicu resistensi terhadap obat-obat kemoterapi (multi-drug resistance). Membran transpor protein ABCG2/BCRP1 menurunkan konsentrasi kemoterapi intraseluler seperti ironotecan dan doxorubicin.

Protein ABCG2 ditemukan dalam jumlah besar dalam stem sel kanker. Protein itu memicu sel kanker stem sel untuk memulai pertumbuhan tumor pasca kemoterapi. Substrat yang menghambat ABCG2 meningkatkan kemosensitivitas sel kanker stem sel terhadap kemoterapi serta memperbaiki respons.

Berbagai jenis flavonoid menghambat ABCG2. Kolaborasi ragam flavonoid seperti apigenin, luteolin, quercetin, genistein, dan kaempferol menghambat pertumbuhan sel kanker pada kanker ovarium pada suatu studi in vitro (angka kesembuhan 80 persen). Flavonoid berpotensi menghambat VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor)—faktor pemicu angiogenesis (tumbuhnya pembuluh darah baru pada kanker). Teh hijau berpotensi menghambat MMP2 (Matrix Metalloprotein 2) dan MMP9 (Matrix Metalloprotein 9).

Untuk memperoleh capaian terapi lebih baik, kombinasi flavonoid, ekstrak murni teh hijau, dan kemoterapi menjadi pilihan yang dapat dicoba. Kombinasi terapi alami dan kemoterapi memberikan hasil lebih baik karena bekerja di jalur yang berbeda sehingga dapat membunuh sekaligus tak memberi peluang tumbuh kembalinya sel kanker.

Kemoterapi dapat membunuh sel kanker, tetapi tidak berdaya terhadap terjadinya kekebalan terhadap obat, juga tidak berpotensi mencegah penyebaran kanker ke organ lain, termasuk pertumbuhan pembuluh darah baru sebagai pemasok makanan bagi pertumbuhan sel kanker.

Untuk mendongkrak angka kesembuhan, pilihan terapi sebisanya berbasis pada pengobatan yang menekan pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis), mitosis (pembelahan sel), dan penyebaran ke organ lain (metastasis).

OSSYRIS ABU BAKAR Bekerja sama dengan Resort to Health Medical Clinic Perth

No comments:

Post a Comment

Bisnis Herbal

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...